welcome


widget

Senin, 14 Desember 2015

Indonesia Terhambat karena Bahasa (?)

Indonesia Terhambat karena Bahasa (?)
Oleh Diana Putri Ananda

Deretan Sejarah Indonesia membuktikan betapa berharganya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.  Salah satunya adalah Soempah Pemoeda tanggal 28 Oktober 1928 yang mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia merupakan Bahasa persatuan yang harus dijunjung tinggi. Namun, semakin lama sejarah itu kini mulai banyak dipertanyakan. Masyarakat acapkali menjadikan Bahasa Indonesia sebagai sebuah objek hangat untuk diperbincangan bahkan tidak sedikit pula yang berpendapat kehadiran Bahasa Indonesia adalah sebuah masalah.

Sebagai contoh, berdasarkan catatan Data Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas menyebutkan bahwa dari 1.522.162 peserta UN SMA/MA 2010 sebanyak 154.079 siswa atau setara kurang lebih 10% siswa  diharuskan mengulang karena tidak lulus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Sebagian pengamat menilai hal ini didorong oleh terlalu teoritisnya pembelajaran Bahasa Indonesia yang seharusnya dibuat semenarik mungkin dan lebih dikaitkan kepada praktik kehidupan sehari-hari.

MEA 2015 atau singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah dirancang sejak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Desember 1997 di Kuala Lumpur dan akan diresmikan akhir tahun 2015 ini awalnya dipandang sebagai sebuah peluang besar untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa standar MEA. Namun harapan ini sirna dikarenakan berbagai hal diantaranya ;
1. Sulitnya masyarakat luar negeri mempelajari Bahasa Indonesia misalnya ketika mengucapkan satu kata yang sama ditulisan namun berbeda cara pengucapannya (homograf).
2. Terlalu banyak ketentuan dalam penggunaan Bahasa Indonesia seperti EYD, Bahasa Majemuk, dsb.
3. Banyaknya ungkapan Bahasa Indonesia yang menjadi sulit dan aneh jika diinternasionalkan seperti si jago merah yang sebenarnya berarti  api yang menyebabkan kebakaran, dsb.
4. Indonesia masih tergolong kurang maju dari segi teknologi dan perekonomian.
5. Kosakata Bahasa Indonesia masih tergolong sedikit yaitu 91.000 sedangkan Bahasa Inggris mempunyai 1 juta kosakata dan setiap tahun bertambah 8.500.
6. Penggunaan kata yang baku sehingga yang mengucapkannya disebut kaku.
7. Masih sedikitnya lembaga pembelajaran Bahasa Indonesia.

Ditambah lagi ketika Presiden Joko Widodo melalui perintahnya pada pertengahan 2015 untuk menghapus persyaratan Tenaga Kerja Asing pada poin wajib berbahasa Indonesia yang tertuang dalam Permenakertrans Nomor 12 tahun 2013 pasal 26 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing dengan alasan untuk meningkatkan minat para investor menanamkan sahamnya di Indonesia. Perintah tentang penghapusan persyaratan tersebut pun tidak hanya menjadi sebuah dongeng melainkan telah dikabulkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Hal ini dinilai oleh berbagai ahli akan mengakibatkan semakin kecil kemungkinan Bahasa Indonesia maju dalam kancah Internasional. Salah satunya adalah Anggota Komisi IX bernama Robert Rouw yang pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2015 berpendapat bahwa, “Penghapusan syarat wajib berbahasa Indonesia itu tidak sesuai dengan konsep Trisakti yang Presiden Jokowi gadang-gadang saat ini, terutama pada poin berkepribadian dalam budaya,”.

Tak pelak lagi anggapan bahwa,  “Bahasa Indonesia yang segogyanya kita junjung tinggi ini telah menjadi hambatan” kini terasa semakin kuat. Faktor meningkatnya rasa haus terhadap penguasaan Bahasa Asing, Tingginya tuntutan dalam persaingan kerja, penggalakkan penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari lambat laun semakin memojokkan Bahasa Indonesia. Dikhawatirkan kenyataan seperti ini akan menyingkirkan para pekerja Indonesia diberbagai daerah yang notabene masih mayoritas berpenghasilan menengah kebawah dan tidak terlalu fasih berbahasa asing.

Namun, kenyataan diatas tidak dapat serta merta menurunkan semangat dan bangga kita terhadap Bahasa Indonesia karena harapan harus tetap ada. Anggapan buruk terhadap Bahasa Indonesia harus kita sudahi agar terwujud Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia 4.


Referensi :
1.http://m.kompasiana.com/abaca/mengapa-nilai-bahasa-indonesia-selalu-terendah_55299735f17e61630ad30ad623b3
2.http://m.liputan6.com/news/read/2147790/mimpi-jadi-bahasa-internasional.
3.www.riaupos.com
4.m.tribunnews.com

Rabu, 02 September 2015

Drama PPSSPPT

Pemain
1.       Adit’14
2.       Ahmad Muchtar’12
3.       Aldi Kahar’13
4.       Amri’13
5.       Hasan’14
6.       Hasan’13
7.       Iqbal’13
8.       Yogo’12
9.       Ipul’13
10.   Raka’14
11.   Rifki’14
12.   Zulkarnain’13

Perkenalkan,
Kami dari UKM Fajrul Islam Gunadarma
Bro,Sist,Akhi,Ukhti, dalam hidup semuanya itu pilihan.
Gacuma Pemain di PES aja yang harus dipilih.
Perjalanan hidup selama kuliah juga ada pilihannya.
Bro,Sist,Akhi,Ukhti,sebagai Maba pasti rasanya masih banyak galau. (digambarkan peran)
Apalagi diawal udah harus milih harus Botak atau ga jdateng . :D (digambarkan peran) ; Ahmad12 Yogo12
Atau mau pake pita dari rumah atau tar dijalan. (digambarkan peran) sama

Nah, kami dari UKM Fajrul Islam coba nawarin solusi nih.
“BERSAMA ANDA MENGAMALKAN ISLAM”
Iyoih itu slogan andalan kami.
Daripada kuliah gitu-gitu aja, mending sambil gali ilmu akhirat juga.
Jangan Cuma di KTP sama di facebook aja ngaku muslim.

Mau tau ada apa aja di Fajrul Islam?
Sesi 1 (Moderator : nih bisa Belajar Baca Qur’an / BBQ) (digambarkan peran)
Ustadz : Sahabat Mahasiswa, kita akan belajar tajwid. ; Naufal14
                Kalau nun mati bertemu lam atau ro, maka dianggap tidak ada atau tidak dibaca.
                Contohnya …………………………………………………..
A : (dalem hati) hem.. berarti seperti cintaku pada . . . . , ada, tapi tak dianggap. –muka sedih- ; Iqbal13
Moderator : baperrr. Jangan ditiru. ;
*minimal ada 3 orang * ;
Nain       : Saatnya kita makan….
3 orang : ROMAAAA… ; Nain, Hasan, Ipul, Aldi, Raka, Adit
Moderator : Ada kajian juga setiap minggu and many more.

Sesi 2
(Moderator : Eis, nih UKM Fajrul Islam juga punya ade. Bukan ade2an atau ade2 aje. Tapi ade yang  namanya FORKAT )
FORKAT itu, singkatan dari Forum Angkatan yang maksudnya ini adalah Forum Angkatan Muslim.
Setiap tahunnya, InsyaAllah selalu ada FORKAT.
Buat kamu disini, FORKATnya FORKAT 2015.
Isinya gabungan SEMUAAA mahasiswa mahasiswi Muslim seangkatan kamu dari berbagai jurusan.
So, bisa kepo2in jurusan lain, ga kudet, punya banyak link, and dll.

Keren kan?
A : Apa syarat gabungnya kakak? ; Achmad Muktar’12
Syaratnya Cuma muslim dan seangkatan aja kok dede.

Ada apa aja di FORKAT dan diFARIS?
Nih..

(ada yang main basket dari belakang penonton sampe ke tengah panggung) ; Amri
Bisa tanding basket bareng
(ada yang mainin bola futsal di tengah panggung) ; Nain , Yogo12
Bisa futsal bareng
 (ada yang pakai tas gunung 2 orang lari dari belakang penonton) ; Aldi
Jalan-jalan
-buat tambah momen, mungkin bias sambil lempar tas gunung nya-
(pakai ban bebek dan papan seluncur plus kacamata renang) ; Aldi Iqbal
Renang bareng

*masuk nada mellow*
Tapiiii.. ga buat dunia aja, akhirat juga.
Daaan ga lupa semua karena niat ibadah dan atas dasar ukhuwah islamiyah.
Atas dasar ibadah bro.
Ga kelupaan kita juga akan sholat berjama’ah, Tilawah bareng, kajian bareng , diskusi-diskusi agaa and many more.

Salah satu hal positif lainnya.. nih salah satu adegannya.  Cekidot

Sesi 3
Narator : Nain adalah seorang mahasiwa kaya raya. Ayahnya konglomerat. Seperti pada umumnya, jika dalam kondisi kaya, pasti banyak temen-temen yang mengiringi.
(ditemenin 3 pemain Pakai kacamata hitam dan sebar2 uang) ; Ipul Wawan Aldi
Nain : (bilang ke penonton / pamer nawarin uang dan teman2nya menemani hura2 plus minum2).
Narator : Ada seorang teman kelasnya dari Forum Muslim Angkatan SMART 2013 yang sangat peduli padanya tapi tak pernah dipedulikan. Namanya Aldi.
Aldi : Nain, kita sholat yuk.
Nain : Antum kira antum siapa nyuruh2 ane? Males! (sambil ngedorong aldi dll)
Aldi : (dalem hati) Ampuni nain ya Allah.
Moderator : Namun, suatu hari perusahaan ayahnya bangkrut dan Nain jatuh miskin. Semua teman2nya meninggalkannya. (digambarkan peran)

Saat Nain terpuruk, aldi datang dan menghibur.
Aldi : Akhi, sesungguhnya Allah tidak menjadikan segala sesuatu sia-sia. Mungkin kita harus lebih banyak belajar lagi. Puk Puk Puk.(sambil rangkul2an)
Nain : (improve)
Narator :
Saat bro sist akhi ukhti galau, akan ada teman sesama muslim yang bisa mengurangi kesedihan kita dan mendekatkan diri kita pada Allah.

Mau tau apa lagi agendanya?
Yuk gabung! Caranya? Daftar aja Open Requitment FARIS.
Pesan inii disampaikan oleh Fajrul Islam.
Didukung oleh Universitas Gunadarma (suara ini kayak iklan UG di TV.

-SEMUA PEMAIN BERKUMPUL-
(Ambil jaket masing-masing termasuk jaket faris dan forkat + make jaket with cara yang unik)
Thanks For Waching
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Translate